Usman Husin Buka Eonnoni Cup 8, Turnamen Sepak Bola Bergengsi di NTT Sejak 2008
- account_circle Mario
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Turnamen Sepak Bola Eonnoni Cup 8 Tahun 2026 resmi bergulir di Lapangan Oenoni Raya, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Minggu (20/9/2026).
Sebanyak 47 tim dari tujuh kecamatan ambil bagian dalam turnamen tersebut, yakni Amarasi, Amarasi Timur, Amarasi Selatan, Amabi Oefeto, Amabi Oefeto Timur, Kupang Timur, dan Sulamu.
Pembukaan turnamen turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, yang juga menjadi salah satu donatur utama Eonnoni Cup 8. Hadir pula Danramil 1604-04/AMR M. Said Abdulah, perwakilan Polsek Amarasi, Kepala Desa Oenoni Melyaki Sabuin, serta Kepala Desa Oenoni 2 Djalinus Buraren.
Dalam sambutannya, Usman Husin mengingatkan bahwa sepak bola bukan hanya soal memenangkan pertandingan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun persaudaraan dan sportivitas.
Ia meminta para pemain dan suporter dapat menjaga suasana pertandingan tetap aman dan kondusif. Menurutnya, benturan dalam pertandingan merupakan bagian dari olahraga, tetapi jangan sampai berkembang menjadi persoalan di luar lapangan.
“Jangan sampai karena benturan-benturan dalam pertandingan, kemudian emosi dan akhirnya terjadi perkelahian,” pesan Usman.
Usman juga mengingatkan agar selama turnamen tidak ada konsumsi minuman beralkohol. Ia berharap Eonnoni Cup menjadi kegiatan positif yang dapat memberikan hiburan sekaligus ruang bagi anak-anak muda untuk menyalurkan minat dan bakat mereka di bidang sepak bola.
Menurut Usman, dengan perjalanan dan antusiasme peserta yang terus tumbuh, Eonnoni Cup memiliki potensi untuk berkembang menjadi turnamen sepak bola yang bergengsi di NTT. Karena itu, ia berharap ajang tersebut terus dijaga dan dikembangkan sebagai wadah untuk menemukan serta mengembangkan talenta-talenta sepak bola dari daerah.
Ketua Panitia Eonnoni Cup 8, Dolan Isakus Ataupah, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen tersebut. Secara khusus, ia menyampaikan apresiasi kepada Usman Husin yang turut memberikan dukungan sebagai donatur utama.
Dolan mengatakan, dukungan Usman bukan hanya membantu dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberikan dorongan bagi panitia untuk menghadirkan kompetisi yang dapat diikuti puluhan tim dari berbagai kecamatan.
“Terima kasih kepada Bapak Usman Husin yang sudah memberikan dukungan untuk Eonnoni Cup 8. Dukungan ini sangat berarti bagi kami dan seluruh peserta. Kehadiran dan dukungan beliau menjadi salah satu bagian penting sehingga turnamen ini dapat terlaksana dan diikuti begitu banyak tim,” ujar Dolan.
Ia menambahkan, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar Eonnoni Cup dapat terus dilaksanakan dan berkembang pada tahun-tahun mendatang.
“Harapan kami, perhatian dan dukungan terhadap Eonnoni Cup seperti ini dapat terus berlanjut, sehingga turnamen ini semakin baik dan bisa memberikan ruang yang lebih besar bagi anak-anak muda untuk mengembangkan bakat mereka,” lanjutnya.
Dolan mengatakan, keikutsertaan 47 tim dari tujuh kecamatan menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap turnamen tersebut.
Untuk diketahui, nama Eonnoni sendiri diambil dari nama seorang tokoh yang dikenang keluarga dan masyarakat setempat. Di kalangan generasi terdahulu, ia dikenal sebagai ayah, sementara generasi berikutnya menyebutnya kakek.
Karena itu, nama Eonnoni memiliki makna lintas generasi dan terus diwariskan melalui keluarga maupun masyarakat.
Turnamen ini pun tidak hanya menjadi ajang sepak bola, tetapi juga ruang untuk menjaga kenangan dan nama tersebut tetap hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Kepala Desa Oenoni 2, Djalinus Buraren, menyambut baik pelaksanaan Eonnoni Cup 8. Ia berharap seluruh pertandingan dapat berlangsung secara sportif, tertib, dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan panitia.
Dukungan terhadap pelaksanaan turnamen juga datang dari unsur TNI dan kepolisian. Kehadiran Danramil 1604-04/AMR M. Said Abdulah dan perwakilan Polsek Amarasi menjadi bagian dari upaya bersama menjaga pelaksanaan pertandingan tetap aman dan kondusif.
Eonnoni Cup sendiri memiliki perjalanan yang cukup panjang. Gagasan penyelenggaraan turnamen ini mulai muncul sekitar 2008, sebagaimana disampaikan Napoleon Ataupah, salah seorang pemerhati sepak bola setempat.
Turnamen tersebut sempat berhenti pada 2012 dan beberapa kali mengalami penundaan sebelum kembali dilanjutkan hingga memasuki edisi kedelapan pada 2026.
Pada edisi sebelumnya, Spartan FC keluar sebagai juara pada 2024, sedangkan Ponain FC menjadi kampiun pada 2025.
Penanggung jawab Eonnoni Cup, Adhy Ataupah, menegaskan bahwa turnamen ini tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan. Eonnoni Cup, kata dia, lebih diarahkan sebagai ruang pengembangan olahraga sekaligus tempat bagi generasi muda menyalurkan minat dan bakat mereka.
“Olahraga itu cari teman, bukan cari musuh,” ujar Adhy.
Sementara itu, Jumardi Labuka, pelatih Bintang Persada Oesao, mengapresiasi dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut. Ia berharap perhatian terhadap perkembangan sepak bola di tingkat lokal dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak pemain muda memperoleh kesempatan untuk berkembang.
Dengan melibatkan 47 tim dari tujuh kecamatan, Eonnoni Cup 8 diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi antarklub, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan masyarakat, mempererat persaudaraan, dan menjaga semangat sepak bola tetap hidup di Amarasi dan sekitarnya.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar