Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Menoreh Jejak Peradaban Dunia dari Pacitanian, FGD Dorong Pengembangan Aset Budaya Pacitan

Menoreh Jejak Peradaban Dunia dari Pacitanian, FGD Dorong Pengembangan Aset Budaya Pacitan

  • account_circle Yuniardi Sutondo
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pacitan,Jarrakpos.com-Jejak panjang peradaban manusia di Pacitan kembali menjadi bahan perbincangan dalam Forum Group Discussion (FGD) Program Kegiatan Pendanaan Indonesia Raya.

Forum yang mengangkat luaran kegiatan Inventarisasi Objek Pemajuan Kebudayaan tersebut menjadi ruang penting untuk menggali, mendokumentasikan, sekaligus mendorong pengembangan potensi budaya sebagai aset strategis daerah.

Salah satu luaran yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut adalah buku “Ensiklopedia Pacitan Misteri IV: Torehan Peradaban Dunia Pacitanian”, sebuah karya yang merekam kekayaan sejarah dan jejak peradaban Pacitanian.

Buku tersebut telah memiliki ISBN dan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), sehingga tidak sekadar menjadi dokumentasi, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat khazanah pengetahuan dan identitas kebudayaan Pacitan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Pacitan, Amad Topan, yang menjadi narasumber sekaligus penulis Ensiklopedia Pacitan Misteri IV: Torehan Peradaban Dunia Pacitanian, menegaskan bahwa Pacitan memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang sangat besar untuk terus dikaji dan dikembangkan.

Menurutnya, warisan budaya tidak semestinya berhenti sebagai catatan masa lalu. Lebih dari itu, berbagai peninggalan dan pengetahuan budaya yang dimiliki Pacitan perlu ditempatkan sebagai aset yang dapat memberi nilai bagi kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.

“Inventarisasi objek pemajuan kebudayaan bukan sekadar mencatat apa yang kita miliki. Yang lebih penting adalah bagaimana kekayaan itu bisa kita pahami, kita rawat, kita kembangkan, dan kemudian memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Amad Topan, Rabu (9/9).

Forum tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati yang mewakili Bupati Pacitan Dr. Joko Putro Utomo, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), budayawan, Kepala UPT Pelestarian Budaya Trowulan, Kepala UPT Museum Song Terus, Ketua Ansor Kecamatan Pacitan, serta tokoh pendidikan Prof. Maryono, selaku Ketua LPDP STKIP Pacitan.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan kebudayaan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, akademisi, pelaku budaya, lembaga pendidikan, hingga komunitas memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga sekaligus menghidupkan kembali kekayaan budaya daerah.

Dalam diskusi, Pacitan tidak hanya dipandang sebagai wilayah yang memiliki tinggalan arkeologis dan sejarah penting. Pacitanian ditempatkan sebagai bagian dari narasi besar perjalanan peradaban manusia yang memiliki nilai pengetahuan, pendidikan, kebudayaan, hingga potensi pengembangan daerah.

Buku Torehan Peradaban Dunia Pacitanian menjadi salah satu pintu masuk untuk melihat kembali posisi Pacitan dalam bentang sejarah peradaban tersebut. Dokumentasi dan kajian semacam ini dinilai penting agar pengetahuan tentang Pacitan tidak hilang ditelan zaman, melainkan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya dalam bentuk yang lebih sistematis dan mudah dipahami.

FGD juga diarahkan untuk menemukan gagasan pengembangan budaya yang lebih konkret. Inventarisasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pendataan, tetapi berlanjut menjadi basis penyusunan program, penguatan literasi budaya, pengembangan pendidikan, pelestarian warisan budaya, hingga pemanfaatan potensi budaya secara berkelanjutan.

Amad Topan menambahkan, kekayaan budaya Pacitan memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan daerah apabila dikelola dengan pendekatan yang tepat.

“Budaya adalah identitas sekaligus aset. Karena itu, kita harus membangun kesadaran bersama bahwa apa yang diwariskan oleh para pendahulu bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga harus dijaga dan dikembangkan agar memiliki relevansi bagi generasi sekarang dan yang akan datang,” katanya.

Melalui forum tersebut, semangat yang dibangun bukan semata-mata untuk melihat ke belakang, melainkan menjadikan jejak masa lalu sebagai pijakan untuk melangkah ke masa depan.

Pacitanian dengan segala torehan peradabannya menjadi pengingat bahwa sebuah daerah memiliki kekuatan ketika mampu mengenali sejarahnya sendiri. Dari dokumentasi lahir pengetahuan, dari pengetahuan tumbuh kesadaran, dan dari kesadaran itulah kebudayaan dapat berkembang menjadi kekuatan pembangunan.

Dengan demikian, “Torehan Peradaban Dunia Pacitanian” bukan hanya sebuah judul buku, melainkan sebuah upaya untuk menempatkan Pacitan dalam percakapan yang lebih luas tentang peradaban, sekaligus mengajak generasi hari ini untuk merawat warisan budaya sebagai aset masa depan.(Red/yun).

  • Penulis: Yuniardi Sutondo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KEREN! Dengan Tegas Bupati Dian Hentikan Galian Ilegal di Lahan Pemda

    KEREN! Dengan Tegas Bupati Dian Hentikan Galian Ilegal di Lahan Pemda

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Ghana
    • visibility 347
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mendadak menghentikan aktivitas galian tanah yang berlokasi di lahan aset Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan di Desa Sangkanmulya, Kecamatan Cigandamekar, Minggu (9/11/2025). Tindakan itu dilakukan usai Bupati menghadiri undangan hajat. Saat melihat langsung aktivitas alat berat yang tengah mengeruk tanah di area tersebut, Bupati Dian tampak […]

  • Warga GG Surau Kecewa, Tiang Listrik PLN Baru Dipasang Setelah Viral

    Warga GG Surau Kecewa, Tiang Listrik PLN Baru Dipasang Setelah Viral

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 70
    • 0Komentar

      DUMAI,Jarrakpos.com – Masyarakat Gang Surau, Jalan Ratu Sima, Kota Dumai, mengaku kecewa terhadap pelayanan PLN Dumai terkait permohonan pemasangan tiang listrik yang disebut telah diajukan selama lebih dari 10 tahun. Warga menyebut selama bertahun-tahun mereka menunggu realisasi permohonan pemasangan tiang listrik PLN. Karena kebutuhan penerangan jalan, masyarakat bahkan terpaksa menggunakan tiang dari kayu untuk […]

  • Awal Februari 2026, Kemenhan RI dan PWI Pusat Gelar Retret di Akmil Magelang

    Awal Februari 2026, Kemenhan RI dan PWI Pusat Gelar Retret di Akmil Magelang

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Ghana
    • visibility 266
    • 0Komentar

    JAKARTA, Jarrakpos.com – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat akan menggelar retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Februari 2026. Menurut rencana, Retret khusus untuk wartawan tersebut diperuntukkan bagi anggota PWI se-Indonesia sebanyak 200 orang dan akan diberangkatkan bersama-sama dengan pesawat Airbus A400M dari […]

  • Ketua Kormi Sumut Kabarnya Diperiksa Polda

    Ketua Kormi Sumut Kabarnya Diperiksa Polda

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Medan – Ini kabar dari Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sumatera Utara (Sumut). Ketua nya Daffasya Adnan Sinik (Daffa Sinik) dikabarkan telah dipanggil Polda Sumatera Utara. Tidak diketahui pasti apa alasan beliau dipanggil Polda Sumatera Utara. Beredar kabar internal kepengurusan Kormi Sumut, pria yang memulai kiprahnya di Kormi Sumut tahun 2025 dipanggil Polda Sumatera Utara […]

  • Pelaku Suap Harus Ditangkap, Penangkapan 4 Aktivis Bukan Pemerasan Melainkan Suap ?

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Syawal
    • visibility 1.573
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan, (JarrakPos)- Penangkapan 4 Aktivis yang dituduh melakukan pemerasan terhadap ajudan Wakil Walikota Padangsidimpuan ternyata bukan skandal pemerasan melainkan aksi suap untuk itu Kapolres Kota Padangsidimpuan diminta untuk menangkap pelaku Suap sebagaimana amanat undang-undang yang mengatakan pemberi dan penerima suap harus ditangkap. Pernyataan tersebut Terkuak dalam Aksi unjuk rasa sejumlah aktivis di kantor walikota Padangsidimpuan, […]

  • Wujud Kepedulian Polri, Polres Kuningan Distribusikan Bantuan Air Bersih Gratis di Dua Desa

    Wujud Kepedulian Polri, Polres Kuningan Distribusikan Bantuan Air Bersih Gratis di Dua Desa

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 45
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Polres Kuningan kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang mengalami krisis air bersih. Pada Jumat (18/9/2026), jajaran Polres Kuningan menyalurkan bantuan air bersih gratis kepada warga di dua wilayah, yakni Desa Gunungsari, Kecamatan Cimahi, dan Dusun Puhun, Desa Cibingbin Kecamatan Cibingbin. Kegiatan bakti sosial tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang […]

expand_less