Connect with us

NEWS

Tak Layak, Alasan Gagalnya Mimpi Bandara Bali Utara

Redaksi Jarrakpos

Published

on

[socialpoll id=”2481371″]


JAKARTA, JARRAK POS – Ditolaknya Bandara Bali Utara sempat menjadi pertanyaan di sejumlah kalangan masyarakat di Bali. Tak banyak yang tahu alasan Pemerintah Pusat menunda pembangunan bandara yang disinyalir bisa membuat perekonomian Bali Utara berkembang menyamai perkembangan ekonomi Bali Selatan. Ketua Umum Kadin Bali, AA Ngurah Alit Wiraputra usai bertemu Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan pemerintah pusat tak menolak atau membatalkan pembangunan bandara Bali Utara.

“Namun ada studi yang dilakukan Bank Dunia yang menyatakan, pembangunan Bandara Bali Utara belum layak dibangun. Kalau tak ada rekomendasi dari Bank Dunia, siapa yang akan berani menginvestasikan dananya untuk pembangunan itu. Inilah alasan mengapa pemerintah pusat menunda pembangunan bandara di Buleleng ini,” ujar Wiraputra di Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Ketua Umum Kadin Bali AA Ngurah Alit Wiraputra.

Terkait dinilai belum layaknya pembangunan Bandara Bali Utara, menyebabkan gagalnya mimpi Bali Utara miliki bandara baru. Seperti diungkap Wiraputra mengaku memahami permasalahan tersebut. Apalagi, tambahnya, studi telah dilakukan Bank Dunia dengan melibatkan konsultan dari Universitas Udayana. “Mungkin nanti jika Bali Selatan sudah dinilai terlalu padat, baru kemungkinan bandara di Bali Utara akan dikaji kelayakan lagi,” imbuhnya.

Ia menilai, yang perlu dilakukan pemerintah daerah saat ini adalah mempercepat akses jalan dari Bali Selatan menuju Bali Utara. Selain itu, Benoa juga akan dikembangkan menjadi pelabuhan untuk turis dan peti kemas. “Ada juga masukan soal pelabuhan Tanah Ampo yang diperluas untuk dijadikan pelabuhan penumpang,” tambahnya.

Advertisement

http://jarrakpos.com/2018/03/08/pt-pembari-siap-bangun-bandara-buleleng-di-atas-daratan/

Pada pertemuan tersebut, terungkap rencana pembangunan akses jalan Bali Selatan ke Bali Utara akan mulai dilakukan pada tahun ini. “Payung hukumnya sudah ada, tinggal sosialisasi ke masyarakat. Entah nanti akan dibangun jalan berbayar atau tidak, yang jelas tahun ini proses pembangunannya diharapkan sudah dimulai,” ungkapnya seraya berharap pemerintah bisa menggandeng koperasi besar yang ada di Bali dalam proses pembangunan tersebut. tra/ama

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /home/jarrakpos/public_html/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply