Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Usman Husin: FAPE-PS Jadi Jalan Entaskan Kemiskinan di NTT, Negara Hadir Bantu Masyarakat Kelola Lahan

Usman Husin: FAPE-PS Jadi Jalan Entaskan Kemiskinan di NTT, Negara Hadir Bantu Masyarakat Kelola Lahan

  • account_circle Mario
  • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, menegaskan Program Fasilitasi Agroforestri Pangan dan Energi Perhutanan Sosial (FAPE-PS) merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam mendorong pengentasan kemiskinan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melalui program ini, masyarakat yang mengelola kawasan perhutanan sosial tidak hanya memperoleh akses legal terhadap lahan, tetapi juga menerima berbagai bentuk dukungan pemerintah, mulai dari bibit tanaman berkualitas, sarana produksi, pendampingan, hingga akses pasar agar hasil usaha masyarakat memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Menurut Usman, FAPE-PS merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan melalui sektor kehutanan yang produktif.

“Program FAPE-PS ini merupakan salah satu ikhtiar pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di NTT. Negara hadir memberikan program kepada masyarakat agar lahan yang mereka kelola bisa menjadi sumber penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Usman, Kamis (30/7/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5,6 juta untuk setiap hektare lahan yang masuk dalam program tersebut. Bantuan itu tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan diwujudkan dalam berbagai kebutuhan produktif seperti bibit tanaman kayu berkualitas, bibit tanaman pangan seperti jagung, padi maupun pangan lokal sesuai karakteristik daerah, alat penunjang kegiatan, biaya pembersihan lahan, serta pendampingan kepada kelompok masyarakat.

Usman mengatakan, pada tahun 2026 program tersebut menyasar lahan seluas 1.336 hektare di NTT yang dikelola sekitar 40 kelompok perhutanan sosial.

“Kalau satu hektare mendapatkan sekitar Rp5,6 juta, maka untuk luasan sekitar 1.336 hektare nilai program yang masuk ke masyarakat mencapai miliaran rupiah. Ini bukan angka yang kecil. Yang paling penting adalah masyarakat benar-benar memanfaatkan program ini agar lahannya produktif dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga,” katanya.

Menurut Usman, keberhasilan FAPE-PS tidak hanya diukur dari luas lahan yang ditanami, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

“Kalau kelompok berhasil mengelola lahannya dengan baik, hasil panennya meningkat, pendapatannya naik, maka tujuan utama program ini tercapai. Kita ingin masyarakat semakin mandiri dan kemiskinan di NTT terus berkurang,” ujarnya.

Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, Usman menegaskan akan terus mengawal agar program-program pemerintah pusat semakin banyak menjangkau masyarakat NTT.

“Tugas kami di DPR RI adalah memastikan program pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat. Saya akan terus memperjuangkan agar semakin banyak kelompok perhutanan sosial di NTT mendapatkan manfaat dari program seperti FAPE-PS,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Perhutanan Sosial Kupang, Erwin, mengatakan FAPE-PS merupakan program yang dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, mengoptimalkan pemanfaatan kawasan perhutanan sosial, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, kelompok masyarakat hingga mitra usaha sebagai offtaker yang siap menampung hasil produksi masyarakat.

Ia menjelaskan, selain bantuan sarana produksi, kelompok penerima juga memperoleh pendampingan secara berkelanjutan agar kegiatan di lapangan berjalan sesuai rencana.

“Pendampingan dilakukan sejak awal pelaksanaan program hingga proses pengembangan usaha masyarakat. Kami juga melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala agar bantuan benar-benar dimanfaatkan sesuai tujuan,” katanya.

Erwin menambahkan, komoditas prioritas dalam FAPE-PS di NTT meliputi tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) seperti mete, kakao dan komoditas kehutanan lainnya, serta tanaman pangan, terutama jagung, yang dinilai sesuai dengan karakteristik lahan di NTT.

Untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan air, Balai Perhutanan Sosial Kupang juga berkoordinasi dengan BMKG dalam menentukan waktu tanam yang tepat sehingga peluang keberhasilan program semakin besar.

Ia optimistis peluang perluasan program pada tahun-tahun mendatang masih terbuka apabila pelaksanaan tahun ini menunjukkan hasil yang baik.

“Target yang ingin kami capai tidak hanya bertambahnya tutupan lahan, tetapi juga meningkatnya produksi tanaman, terjaganya kelestarian lingkungan, dan yang paling utama meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang mengelola kawasan perhutanan sosial,” pungkasnya.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkejut ,seorang Pemuda di Magelang Ditangkap Satnarkoba Dirumahnya Gegara Ketahuan Memiliki Narkotika Golongan I

    Terkejut ,seorang Pemuda di Magelang Ditangkap Satnarkoba Dirumahnya Gegara Ketahuan Memiliki Narkotika Golongan I

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 117
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Satnarkoba Polres Magelang Kota menangkap seorang pemuda berinisial AC (25) warga Kota Magelang pasalnya pemuda berstatus pelajar/mahasiswa tersebut memiliki dan menguasai narkotika Golongan I jenis tembakau sintetis. Hal itu diungkapkan Kasat Resnarkoba Polres Magelang Kota Iptu Narto pada Konferensi Pers di lobby Mapolres setempat, Kamis (27/08/2026). Dalam keterangannya, Kasat Resnarkoba mengungkapkan, ada […]

  • Pemdes Cucupan Gelar Rembuk Stunting, Teken Komitmen Cegah Stunting di Desa

    Pemdes Cucupan Gelar Rembuk Stunting, Teken Komitmen Cegah Stunting di Desa

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Sepriyanita
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KAUR, jarrakpos.com – Pemerintah Desa Cucupan, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur menggelar kegiatan “Rembuk Stunting” guna menyatukan komitmen dalam upaya percepatan penurunan stunting di desa. Kegiatan yang berlangsung pada hari ini*dihadiri langsung oleh Kepala Desa Cucupan Seprizal, S.Pd, Camat Tetap Ristiana, Kepala Puskesmas Tetap Rina Susantri, Pendamping Kecamatan Akmil Altu Bagus, Babinsa Serma Mulyadi, Ketua BPD […]

  • Polres Kuningan Targetkan Produksi Bawang Putih Luas Potensial 17 Hektare Lewat Gerakan Tanam Bersama

    Polres Kuningan Targetkan Produksi Bawang Putih Luas Potensial 17 Hektare Lewat Gerakan Tanam Bersama

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 99
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com — Kepolisian Resor (Polres) Kuningan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan serta kelompok tani resmi meluncurkan Gerakan Tanam Bawang Putih di Desa Karangsari, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Rabu (19/8/2026). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendongkrak produktivitas sektor pertanian lokal. ​Pelaksanaan tanam perdana dipusatkan di lahan kelompok tani Rumah Tani […]

  • Subdit III Jatanras Polda Kepri Tangkap Dansatgas Ormas Terkait Kasus Penggelapan Puluhan Kontainer

    Subdit III Jatanras Polda Kepri Tangkap Dansatgas Ormas Terkait Kasus Penggelapan Puluhan Kontainer

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 730
    • 0Komentar

    Batam, jarrakpos.com | Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepulauan Riau berhasil menangkap seorang pria berinisial MG, yang dikenal sebagai Komandan Satgas Ormas Lang Laut Kota Batam, dalam kasus dugaan tindak pidana penggelapan barang berupa kontainer dan isinya dengan nilai kerugian mencapai miliaran rupiah. Hal tersebut disampaikan oleh Dirkrimum Polda Kepri, Kombes […]

  • BULOG NTT Serap 7.407 Ton Beras Petani, Perkuat Swasembada Pangan Nasional

    BULOG NTT Serap 7.407 Ton Beras Petani, Perkuat Swasembada Pangan Nasional

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 132
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com – Perum BULOG Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan pangan melalui peningkatan penyerapan beras hasil panen petani lokal. Hingga pertengahan Juli 2026, BULOG NTT berhasil melampaui target pengadaan beras tahun ini, sekaligus memastikan hasil panen petani terserap dengan harga yang layak. Keberhasilan tersebut menjadi bukti komitmen BULOG […]

  • Gresik Phonska Plus Kembali Gagal Meraih Kemenangan di Malang

    Gresik Phonska Plus Kembali Gagal Meraih Kemenangan di Malang

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 241
    • 0Komentar

    MALANG – Juara putaran pertama tim putri Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia kembali gagal meraih kemenangan pada seri kedua putaran kedua Proliga 2026, setelah ditumbangkan Jakarta Livin’ Mandiri 1-3 (17-25, 22-25, 25-22, 20-25) di GOR Ken Arok Malang, Minggu (8/2/2026). Sebelumnya, Medi Yoku dkk juga dikalahkan Jakarta Popsivo Polwan dengan skor yang sama 1-3, pada […]

expand_less