Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Usai Wayang Kulit Semalam Suntuk, Sampah Berserakan di Alun-alun Pacitan

Usai Wayang Kulit Semalam Suntuk, Sampah Berserakan di Alun-alun Pacitan

  • account_circle Yuniardi Sutondo
  • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pacitan,JarrakPos.com-Gelaran wayang kulit semalam suntuk di Alun-alun Pacitan menyisakan pemandangan yang kontras. Di tengah upaya menghadirkan hiburan dan merawat tradisi budaya, hamparan sampah justru menjadi pekerjaan rumah yang kembali berulang.

Usai pertunjukan berakhir, sejumlah sampah terlihat berserakan di area alun-alun. Kondisi tersebut menjadi ironi tersendiri. Sebab, sebelum kegiatan berlangsung, imbauan untuk menjaga kebersihan telah disampaikan. Tempat sampah juga telah disediakan di sejumlah titik.

Namun, fasilitas dan imbauan ternyata belum sepenuhnya diikuti dengan kesadaran untuk menjaga lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pacitan, Cicik Roudlotul Jannah, turut prihatin melihat kondisi tersebut. Ia menyentil perilaku sebagian masyarakat yang masih meninggalkan sampah begitu saja setelah menikmati acara.

Usai pertunjukan, sampah nampak tercecer di alun-alun Pacitan.

Usai pertunjukan, sampah nampak tercecer di alun-alun Pacitan.


“Yang meninggalkan sampah seenaknya, inilah hasil karya Anda,” ungkap Cicik dengan nada kesal, Ahad (27/9).

Bagi Cicik, kebersihan bukan semata-mata tanggung jawab petugas kebersihan. Ruang publik yang bersih dan nyaman merupakan buah dari kepedulian bersama.

Alun-alun Pacitan, sebagai salah satu ruang publik dan wajah kota, semestinya menjadi tempat yang tidak hanya ramai oleh aktivitas masyarakat, tetapi juga tetap terjaga kebersihannya setelah kegiatan berakhir.

Sebab, setiap kemeriahan selalu menyisakan konsekuensi. Ketika ribuan orang berkumpul, sampah pun berpotensi bertambah. Di titik inilah kesadaran kolektif dibutuhkan: menikmati hiburan tanpa meninggalkan beban bagi lingkungan.

Menjaga kebersihan pun sesungguhnya tidak membutuhkan tindakan besar. Membawa sampah hingga menemukan tempat pembuangan, memilah jika memungkinkan, serta tidak meninggalkan sampah di ruang publik merupakan langkah sederhana yang dampaknya bisa dirasakan bersama.

Budaya dan lingkungan semestinya berjalan beriringan. Wayang kulit boleh semalam suntuk, tradisi boleh terus hidup, tetapi kebersihan ruang bersama juga harus tetap menjadi bagian dari budaya masyarakat.

“Pacitan bersih dan nyaman jika warganya peduli lingkungan,” tegas Cicik.

Ia pun mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan sederhana tersebut secara bersama-sama.

“Yuk kita bisa,” ajaknya.

Ajakan itu pada akhirnya bukan hanya ditujukan kepada mereka yang hadir dalam pertunjukan wayang kulit. Melainkan kepada seluruh warga Pacitan: bahwa menjaga lingkungan adalah bentuk penghormatan terhadap ruang yang digunakan bersama.

Karena kota yang indah bukan hanya tentang alun-alun yang ramai, pertunjukan yang meriah, atau tradisi yang terus lestari. Kota yang nyaman juga lahir dari warganya yang memiliki kesadaran untuk meninggalkan tempat dalam keadaan lebih baik daripada ketika mereka datang.(Red/yun)

  • Penulis: Yuniardi Sutondo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kualitas Wasit Sumut Sekarang Buruk

    Kualitas Wasit Sumut Sekarang Buruk

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Medan – Kualitas perangkat pertandingan Sumatera Utara dapat menjadi sorotan. Ini dikarenakan perangkat pertandingan yann dimiliki PSSI menurun performanya jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. PSSI Sumut diminta tidak menutup mata terhadap penurunan kualias ini. Karena kualitas wasit Sumut sudah kalah dengan Sumbar, Aceh dan Riau “Jangan menutup mata bahwa perangkat pertandngan kita mengalami penurunan kualitas. […]

  • Bangkitkan Ekonomi Desa, Dispora Ajak Pemuda Jadi Pelopor Kreativitas

    Bangkitkan Ekonomi Desa, Dispora Ajak Pemuda Jadi Pelopor Kreativitas

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.188
    • 0Komentar

    BENGKULU,jarrakpos.com – Dalam upaya memperkuat ekonomi pedesaan dan mendorong kemandirian daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu menginisiasi gerakan pemberdayaan pemuda desa. Mereka diyakini memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Samsir, Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Bengkulu, menegaskan bahwa pemuda desa harus berperan aktif sebagai penggerak utama ekonomi kreatif di […]

  • Relawan SPPG Trikora dan Ngedukelu Bergerak Bantu Warga Terdampak Gempa Nagekeo

    Relawan SPPG Trikora dan Ngedukelu Bergerak Bantu Warga Terdampak Gempa Nagekeo

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 99
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai terlihat. Relawan dari dapur SPPG Trikora dan SPPG Ngedukelu bergerak memberikan bantuan sekaligus membantu membersihkan rumah-rumah warga yang terdampak guncangan, Sabtu (15/8/2026). Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo. Guncangan tersebut turut dirasakan hingga wilayah […]

  • 11 Pria Diamankan dengan Hasil Tes Urine Positif,Polres Dumai Gelar Razia di Kawasan Rawan Narkoba

    11 Pria Diamankan dengan Hasil Tes Urine Positif,Polres Dumai Gelar Razia di Kawasan Rawan Narkoba

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 39
    • 0Komentar

    DUMAI.JARRAKPOS.COM – Polres Dumai melalui Satuan Reserse Narkoba bersama Tim Raga dan personel gabungan melaksanakan razia di sejumlah titik yang menjadi sasaran pemberantasan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres Dumai, Sabtu (10/10/2026) sore. Dalam kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB tersebut, petugas mengamankan 11 orang laki-laki untuk pemeriksaan lebih lanjut setelah hasil tes urine […]

  • Wujud Bakti Polri, Personel Polres Gayo Lues dan Warga Gotong Royong Bangun Kembali Jembatan yang Putus

    Wujud Bakti Polri, Personel Polres Gayo Lues dan Warga Gotong Royong Bangun Kembali Jembatan yang Putus

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Habil
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Gayo Lues, jarrakpos.com — Kepolisian Resor (Polres) Gayo Lues menunjukkan kepedulian dan empati kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi dengan turun langsung mendampingi warga dalam pembangunan empat unit jembatan gantung di sejumlah desa wilayah Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, pascabencana banjir bandang. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo, S.I.K., yang hadir […]

  • dr. Christian Widodo Tampil di Lemhannas, Inovasi Kegawatdaruratan Kota Kupang Tuai Apresiasi

    dr. Christian Widodo Tampil di Lemhannas, Inovasi Kegawatdaruratan Kota Kupang Tuai Apresiasi

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 58
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Inovasi Pemerintah Kota Kupang dalam penanganan kegawatdaruratan di Rumah Sakit S.K. Lerik mendapat apresiasi dalam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan IV Tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta. Dalam kegiatan yang digelar pada 2–12 September 2026 secara hybrid tersebut, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo mendapat kesempatan mempresentasikan inovasi pemerintahannya sebagai bagian dari […]

expand_less