Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Tekanan Hidup, Ini Pesan Kadinkes Pacitan, dr. Daru Mustikoaji

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Tekanan Hidup, Ini Pesan Kadinkes Pacitan, dr. Daru Mustikoaji

  • account_circle Yuniardi Sutondo
  • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pacitan,Jarrakpos.com-Kabar mengenai kasus bunuh diri kembali menyentak perhatian masyarakat Pacitan. Peristiwa semacam ini bukan sekadar persoalan kematian, tetapi juga menjadi pengingat bahwa di balik seseorang yang terlihat baik-baik saja, bisa saja tersimpan beban psikologis yang tidak pernah terucapkan.

Depresi berat menjadi salah satu kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang melakukan tindakan bunuh diri. Namun, kesehatan mental tidak bisa dilihat secara sederhana sebagai akibat dari satu persoalan.

Tekanan ekonomi, masalah keluarga, konflik sosial, kehilangan orang yang dicintai, penyakit, kesepian, hingga perasaan tidak memiliki jalan keluar dapat saling bertumpuk dan memengaruhi kondisi kejiwaan seseorang.

Karena itu, masyarakat perlu mengubah cara pandang terhadap persoalan kesehatan mental. Orang yang sedang mengalami tekanan bukan berarti lemah. Begitu pula meminta bantuan bukan tanda ketidakmampuan menghadapi kehidupan.

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental sebagaimana menjaga kesehatan fisik. “Tekanan kehidupan memang tidak selalu dapat dihindari, tetapi kemampuan mengelola tekanan dapat dilatih,” ujarnya, Ahad (13/9).

Jangan memendam semua persoalan sendirian

Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika menghadapi masalah adalah berbicara dengan orang yang dipercaya.

Menceritakan persoalan bukan berarti membebani orang lain. Justru, mengeluarkan apa yang selama ini dipendam dapat membantu seseorang melihat persoalan dari sudut pandang yang berbeda.

Keluarga, sahabat, tokoh yang dipercaya maupun tenaga kesehatan dapat menjadi tempat untuk mencari dukungan.

Beri ruang bagi diri untuk beristirahat
Kehidupan yang penuh tuntutan sering membuat seseorang merasa harus selalu kuat. Padahal, tubuh dan pikiran juga membutuhkan jeda.

Tidur yang cukup, mengatur aktivitas harian, berolahraga, melakukan kegiatan yang menyenangkan, serta meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan orang lain merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan mental.

Istirahat bukan berarti menyerah. Ada kalanya seseorang justru membutuhkan waktu untuk mengembalikan tenaga sebelum kembali menghadapi persoalan.

Tidak semua masalah harus diselesaikan sekaligus

Ketika berbagai persoalan datang bersamaan, semuanya dapat terasa seperti jalan buntu. Dalam kondisi seperti itu, menyelesaikan masalah satu per satu dapat membantu mengurangi tekanan.

Fokus pada hal yang masih bisa dikendalikan. Jika persoalan terasa terlalu berat, jangan ragu mencari bantuan profesional.

Psikolog, psikiater, dokter, maupun fasilitas pelayanan kesehatan dapat membantu seseorang memahami kondisi yang sedang dialaminya dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

Perhatikan perubahan pada orang terdekat
Kepedulian lingkungan sekitar juga memiliki peran penting.

Seseorang yang tiba-tiba menarik diri dari pergaulan, kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, mengalami perubahan pola tidur atau makan, terus-menerus merasa tidak berharga, atau menunjukkan keputusasaan perlu mendapatkan perhatian lebih.

Tidak perlu menghakimi atau mengatakan bahwa masalahnya sepele. Terkadang, kalimat sederhana seperti “Saya ada di sini kalau kamu ingin bercerita” justru dapat menjadi pintu bagi seseorang untuk mendapatkan pertolongan.

Yang terpenting, jangan membiarkan orang yang sedang berada dalam krisis menghadapi kondisi tersebut seorang diri. Jika terdapat kekhawatiran seseorang akan menyakiti dirinya, segera cari bantuan dari keluarga, tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan terdekat, atau layanan kegawatdaruratan setempat.

Menjaga kesehatan mental adalah tanggung jawab bersama

Kasus bunuh diri semestinya tidak hanya berhenti sebagai berita yang ramai dibicarakan sesaat. Peristiwa tersebut perlu menjadi momentum untuk membangun lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental.

Masyarakat perlu belajar mendengarkan tanpa menghakimi, keluarga perlu lebih peka terhadap perubahan perilaku anggota keluarganya, dan mereka yang sedang menghadapi persoalan perlu mengetahui bahwa meminta pertolongan selalu menjadi pilihan yang layak.

Sebab, ketika seseorang merasa hidupnya terlalu berat, yang paling dibutuhkan bukan ceramah tentang bagaimana ia seharusnya kuat. Yang dibutuhkan adalah seseorang yang bersedia duduk, mendengarkan, dan membantu menunjukkan bahwa masih ada jalan untuk melewati masa sulit.

Tidak semua luka terlihat. Karena itu, kepedulian terkadang menjadi bentuk pertolongan pertama yang paling berarti.(Red/yun).

  • Penulis: Yuniardi Sutondo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jeje Ritchie Ismail dan Menteri Dukbangga Gaungkan Cegah Stunting, 1.500 Kader TPK KBB Diperkuat

    Jeje Ritchie Ismail dan Menteri Dukbangga Gaungkan Cegah Stunting, 1.500 Kader TPK KBB Diperkuat

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM — Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memperkuat peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai garda terdepan dalam pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Penguatan tersebut ditegaskan dalam Temu Kader TPK bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Dukbangga) sekaligus Kepala BKKBN RI, Wihaji, dan Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, di SPN Polda […]

  • Rutan Kelas IIB Dumai Bersama Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai Dan Bapas Kelas II Dumai Gelar Baksos, Cek Kesehatan Gratis Dan Donor Darah

    Rutan Kelas IIB Dumai Bersama Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai Dan Bapas Kelas II Dumai Gelar Baksos, Cek Kesehatan Gratis Dan Donor Darah

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 2.104
    • 0Komentar

    Jarrakpos. Com Dumai – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Dumai bersama Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Dumai menggelar kegiatan bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah, Jumat (14/11). Kegiatan yang berlangsung di Kanim Dumai ini merupakan bentuk kepedulian jajaran Pemasyarakatan dan Imigrasi terhadap masyarakat. Kegiatan ini […]

  • Pekan Ini Usman Husin dan Dirjen KSDAE Kunker di NTT, Fokus TN Mutis hingga ke Rote

    Pekan Ini Usman Husin dan Dirjen KSDAE Kunker di NTT, Fokus TN Mutis hingga ke Rote

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 407
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Anggota Komisi IV DPR RI bersama jajaran Direktorat Jenderal KSDAE akan melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Nusa Tenggara Timur pada pekan ini. Agenda tersebut akan difokuskan pada penguatan pengelolaan sumber daya alam dan kawasan konservasi, khususnya di Taman Nasional Mutis Timau hingga wilayah kepulauan di Rote Ndao. Kunker ini turut melibatkan Usman Husin […]

  • Walikota Dedy Wahyudi Ajak Generasi Milenial Promosikan Wisata Bengkulu Lewat Medsos

    Walikota Dedy Wahyudi Ajak Generasi Milenial Promosikan Wisata Bengkulu Lewat Medsos

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 580
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing terus gencar mempromosikan destinasi wisata di Kota Bengkulu, termasuk kawasan cagar alam Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) yang terkenal dengan panorama asri dan udara sejuknya. Walikota mengajak generasi milenial untuk turut serta dalam upaya promosi ini dengan cara-cara yang kekinian. “Mempromosikan wisata […]

  • Keputusan Sanksi DLH Terhadap RS Permata Kuningan Disorot, Ada Sejumlah Persoalan Hukum yang Harus Dibuka

    Keputusan Sanksi DLH Terhadap RS Permata Kuningan Disorot, Ada Sejumlah Persoalan Hukum yang Harus Dibuka

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 76
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Keputusan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan yang menjatuhkan sanksi administratif berupa paksaan pemerintah dan denda sebesar Rp56.689.837 kepada PT Kuningan Kampung Sehat atau RS Permata Kuningan mendapat sorotan dari Ketua LSM Frontal, Uha Juhana. Uha menilai keputusan tersebut tidak cukup hanya dilihat dari ada atau tidaknya pelanggaran lingkungan yang dilakukan pihak rumah […]

  • Sambut HUT ke-81 RI, Kodim 0615/KNG Gelar Do’a Syukur di Masjid An-Nur

    Sambut HUT ke-81 RI, Kodim 0615/KNG Gelar Do’a Syukur di Masjid An-Nur

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 77
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, jajaran Kodim 0615/Kuningan melaksanakan kegiatan Doa Syukur yang berlangsung di Masjid An-Nur Kodim 0615/Kuningan, Jalan RE. Martadinata No. 97, Kelurahan Ciporang, Kecamatan Kuningan, pada Jumat (14/8/2026) siang. Kegiatan dihadiri oleh perwakilan jajaran Koramil dan Markas Komando Distrik Militer 0615/Kuningan. Dandim 0615/Kuningan diwakili oleh […]

expand_less