Rabu , 23 April 2014
BERITA TERBARU!

Alokasi Dana Penghematan BBM Untuk Pendidikan dan Infrastruktur Desa

552811_10151596004737491_1985721902_nImplementasi Opsi dua harga pada Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tinggal menunggu hari, sampai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengumumkan secara resmi. Namun pastikan hasil penghematan anggaran belanja negara cukup besar ini dialokasikan ke pos yang lebih bermanfaat, salah satunya pendidikan, seperti disampaikan Anggota Komisi VII DPR, Satya W Yudha. “Dengan penghematan yang akan, harus ada kompensasi langsung, jangan berupa BLT (Bantuan Langsung Tunai) seperti pada kenaikan harga (BBM) sebelumnya. Bentuk kompensasi yang langsung mengena, seperti infrastruktur desa dan pendidikan,” kata Satya kepada Koran Fesbuk, Rabu (17/4).

Ia menambahkan, kompensasi pada bidang pendidikan dapat diwujudkan dalam bentuk pendidikan wajib 12 tahun. Penghematan konsumsi BBM, dikonversi menjadi program pro-poor, seperti disampaikan Kasubid Penanggulangan Kemiskinan Sekretaris Kabinet, Kuncoro. “Berbicara kemiskinan memang multikompleks dan multidimensional banyak hal yang menjadi penyebab kemiskinan. Salah satu faktor penyebab kemiskinan faktor sulitnya akses pendidikan, akses kesehatan dan infrastruktur yang terbatas dalam menunjang pergerakan roda perekonomian,” tulis Kuncoro.

Sedangkan kompensasi kepada infratruktur desa, lanjut Satya, bisa diwujudkan dalam bentuk pembangunan jalan. Dengan perbaikan infrastruktur desa, akan menggerakan aktivitas masyarakat. Pada akhirnya terjadi percepatan laju ekonomi dan tercipta pemerataan pembangunan. Tidak hanya terpusat di kota-kota besar. “Pemerintah juga harus menghitung secara tepat, berapa penghematan dengan adanya harga ganda ini. Penduduk siapa yang layak disubsidi. Ini harus pakai data BPS (Badan Pusat Statistik),” paparnya.

Satya menghitung, jika BBM subsidi seluruhnya dihapuskan maka akan terjadi penghematan anggaran Rp 35 triliun. Jika kenaikan secara merata sebesar Rp 1.500 dari saat ini Rp 4.500, pemerintah menahan dana APBN sebesar Rp 75 triliun. Angka ini masih dikurangi dengan lonjakan ICP pada kisaran US$ 114 per barel, hingga menekan anggaran Rp 40 triliun. (KF/JP)

Buat komentar

Your email address will not be published. bagian yang ditandai harus diisi *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Naik ke bagian atas
Read more:
sabung-ayam-ilustrasi
Polisi Bubarkan Arena Sabung Ayam di Karangasem

SBY Langsung Ralat Tweetnya
Sadar ‘Kepleset Jari’ , SBY Langsung Ralat Tweetnya

megumi-704x400
BPK Rekomendasikan Aset Megumi Dihapus

162998_ilustrasi-pembunuhan_663_382
Seorang Turis Australia Tewas di Bali

kantor-dirjen-pajak
Kesadaran Membayar Pajak Masih Rendah, Tanya Kenapa?

Close